Bm A F#m Bm
Many nights we've prayed, with no proof anyone could hear
Bm D Em F#m
In our hearts a hopeful song we barely understood
B A Bm
Now we are not afraid, although we know there's much to fear
G D Em A
We were moving mountains long before we knew we could
Chorus:
D A/C#
There can be miracles, when you believe
Bm A G
Though hope is frail, it's hard to kill
D A/C#
Who knows what miracles you can achieve
Bm A
When you believe
G Em A Bm
Somehow you will, you will when you believe
Verse 2: (same chords as verse 1)
In this time of fear, when prayer so often proves in vain
Hope seemed like the summer birds too swiftly flown away
Yet now I'm standing here, my heart's so full, I can't explain
Seeking faith and speaking words I never thought I'd say
Chorus:
E B/D#
There can be miracles, when you believe
C#m B A
Though hope is frail, it's hard to kill
E B/D#
Who knows what miracles you can achieve
C#m B
When you believe
A F#m B E
Somehow you will, you will when you believe
Bridge:
E C#m A B
C#m B/D# E B E/G#
They don’t always happen when you ask
C#m B/D# E B E/G#
And it’s easy to give in to your fear
A E/G# B
But when you’re blinded by your pain
E B/D# C#m B
Can’t see your way safe through the rain
C#m
Thought of a still resilient voice
B
Says love is very near
Chorus:
F# C#/F
There can be miracles, when you believe
Ebm C# B
Though hope is frail, it's hard to kill
F# C#/F
Who knows what miracles you can achieve
Ebm C#
When you believe
B Ebm
Somehow you will, now you will
B C# Ebm C#
You will when you believe
B C# F#
You will when you believe
Ersin Budianto Tarigan
Jumat, 28 Maret 2014
Senin, 24 Maret 2014
Kesaksian Nyata..!!!
5 Malaikat dari 5 Benua
Penglihatan Rev.
Samuel Doctorian. 20 Juni 1998
Waktu itu, saya berada sendirian di sebuah rumah, di Pulau Patmos selama berminggu-minggu berdoa dan mencari Tuhan. Saya telah menemukan kapel kecil yang bernama Kapel St. Nicolas. Belum pernah ada orang yang pergi ke sana. Saya pergi ke tempat itu dan mencurahkan isi hati saya kepada Allah. Saya bertanya-tanya, apakah Tuhan akan mengutus malaikat-Nya yang kesepuluh? Saya telah melihat sembilan malaikat sebelumnya – di Inggris, di Belgrade Yugoslavia, di Aman, Yordan, di Yerusalem, dan satu malaikat yang telah melepaskan seorang wanita dari penggantungan di daratan atas Mesir. Saya melihat malaikat kesembilan di Beirut, di tengah-tengah peperangan. Malaikat tersebut secara fisik membangunkan saya pada pk 03.00 dini hari dan memberitahu saya supaya segera keluar dari negara itu. Saya sangat bersyukur kepada Tuhan akan hal ini. Saya tidak tahu apa yang akan terjadi jika malaikat itu tidak datang.
Pada tanggal 20 Juni 1998 jam 03.50 dini hari, di sini di Pulau Patmos, tiba-tiba ruangan saya menjadi terang, dan tidak ada penerangan di sekitar sini. Hanya ada rumah kecil ini, yang terletak di ujung jalan, dekat biara. Namun lihatlah, saya benar-benar sadar waktu itu, dan saya melihat lima malaikat yang indah. Di sebelah kanan saya hadir dua malaikat, dan ketika saya melihat ke sebelah kiri, saya melihat tiga malaikat lainnya dengan sayap. Mereka memakai jubah putih panjang yang indah, sampai menyentuh lantai.
Sebelum saya melihat malaikat-malaikat ini di dalam roh, saya telah melihat diri saya sedang menubuatkan hal ini:
“Gereja-Ku, engkau mengkotbahkan kasih, engkau mengajarkan kasih, tetapi engkau harus mempraktekkan kasih (memperlihatkan kasih) itu. Diperlukan kesatuan di dalam tubuh-Ku. Ada banyak perpecahan di antaramu: Roh-Ku tidak akan bergerak dan bekerja kalau tidak ada kesatuan. Ada kedagingan di dalam gereja-Ku; terlalu banyak kenajisan di dalam gereja-Ku. Aku merindukan dan menginginkan umat yang kudus. Aku mati untuk menjadikan engkau kudus.”
Tiba-tiba di tengah nubuatan itu, lima malaikat yang perkasa ini muncul.
Malaikat pertama di sisi kanan saya berkata “Kami adalah lima malaikat dari lima benua. Kami berada di sini untuk memberikan kepadamu pesan-pesan dari lima benua di dunia”. Pada saat saya mendengar suara itu, saya juga mendengar orang banyak itu berteriak, ‘Ohhh, Ohhh, Ohhh…’ Saya percaya kelompok orang banyak ini juga melihat malaikat-malaikat itu. Dengan cara-Nya Tuhan menyatakan kepada saya, bahwa di masa-masa yang akan datang, di banyak tempat di dunia ini, Ia akan menyatakan diri-Nya melalui pelayanan para malaikat. Hal ini akan terjadi secara terbuka, Â ini akan terjadi di dalam gereja-gereja – beribu-ribu orang akan melihat malaikat-malaikat pada saat yang bersamaan. Malaikat-malaikat ini akan melayani tubuh Kristus pada akhir zaman.
Lalu malaikat-malaikat itu berpesan, “Apa yang kau lihat dan dengar, beritakanlah kepada bangsa-bangsa”. Jadi hal ini bukan untuk saya simpan sendiri. Diterima atau tidak, saya harus memberitakannya kepada bangsa-bangsa.
Waktu itu, saya berada sendirian di sebuah rumah, di Pulau Patmos selama berminggu-minggu berdoa dan mencari Tuhan. Saya telah menemukan kapel kecil yang bernama Kapel St. Nicolas. Belum pernah ada orang yang pergi ke sana. Saya pergi ke tempat itu dan mencurahkan isi hati saya kepada Allah. Saya bertanya-tanya, apakah Tuhan akan mengutus malaikat-Nya yang kesepuluh? Saya telah melihat sembilan malaikat sebelumnya – di Inggris, di Belgrade Yugoslavia, di Aman, Yordan, di Yerusalem, dan satu malaikat yang telah melepaskan seorang wanita dari penggantungan di daratan atas Mesir. Saya melihat malaikat kesembilan di Beirut, di tengah-tengah peperangan. Malaikat tersebut secara fisik membangunkan saya pada pk 03.00 dini hari dan memberitahu saya supaya segera keluar dari negara itu. Saya sangat bersyukur kepada Tuhan akan hal ini. Saya tidak tahu apa yang akan terjadi jika malaikat itu tidak datang.
Pada tanggal 20 Juni 1998 jam 03.50 dini hari, di sini di Pulau Patmos, tiba-tiba ruangan saya menjadi terang, dan tidak ada penerangan di sekitar sini. Hanya ada rumah kecil ini, yang terletak di ujung jalan, dekat biara. Namun lihatlah, saya benar-benar sadar waktu itu, dan saya melihat lima malaikat yang indah. Di sebelah kanan saya hadir dua malaikat, dan ketika saya melihat ke sebelah kiri, saya melihat tiga malaikat lainnya dengan sayap. Mereka memakai jubah putih panjang yang indah, sampai menyentuh lantai.
Sebelum saya melihat malaikat-malaikat ini di dalam roh, saya telah melihat diri saya sedang menubuatkan hal ini:
“Gereja-Ku, engkau mengkotbahkan kasih, engkau mengajarkan kasih, tetapi engkau harus mempraktekkan kasih (memperlihatkan kasih) itu. Diperlukan kesatuan di dalam tubuh-Ku. Ada banyak perpecahan di antaramu: Roh-Ku tidak akan bergerak dan bekerja kalau tidak ada kesatuan. Ada kedagingan di dalam gereja-Ku; terlalu banyak kenajisan di dalam gereja-Ku. Aku merindukan dan menginginkan umat yang kudus. Aku mati untuk menjadikan engkau kudus.”
Tiba-tiba di tengah nubuatan itu, lima malaikat yang perkasa ini muncul.
Malaikat pertama di sisi kanan saya berkata “Kami adalah lima malaikat dari lima benua. Kami berada di sini untuk memberikan kepadamu pesan-pesan dari lima benua di dunia”. Pada saat saya mendengar suara itu, saya juga mendengar orang banyak itu berteriak, ‘Ohhh, Ohhh, Ohhh…’ Saya percaya kelompok orang banyak ini juga melihat malaikat-malaikat itu. Dengan cara-Nya Tuhan menyatakan kepada saya, bahwa di masa-masa yang akan datang, di banyak tempat di dunia ini, Ia akan menyatakan diri-Nya melalui pelayanan para malaikat. Hal ini akan terjadi secara terbuka, Â ini akan terjadi di dalam gereja-gereja – beribu-ribu orang akan melihat malaikat-malaikat pada saat yang bersamaan. Malaikat-malaikat ini akan melayani tubuh Kristus pada akhir zaman.
Lalu malaikat-malaikat itu berpesan, “Apa yang kau lihat dan dengar, beritakanlah kepada bangsa-bangsa”. Jadi hal ini bukan untuk saya simpan sendiri. Diterima atau tidak, saya harus memberitakannya kepada bangsa-bangsa.
MALAIKAT PERTAMA:
“Aku mempunyai berita untuk seluruh Asia”.
Saya melihat Cina, India, Vietnam, Laos, Philipina, Jepang, Singapura, Malaysia dan Indonesia, Papua Nugini, Irian Jaya dan ke selatan, ke Australia dan Selandia Baru. “Akulah malaikat dari Asia,” katanya. Di tangannya saya melihat sangkakala yang hebat. Sangkakala ini akan ditiupnya melintasi seluruh Asia. Jutaan orang akan mendengar suara yang dahsyat dari Tuhan. Lalu malaikat itu berkata, “Akan ada bencana, kelaparan – banyak orang akan mati karena kelaparan. Angin yang dahsyat akan dilepaskan seperti belum pernah terjadi sebelumnya. Banyak tempat akan digoncangkan dan dihancurkan. Gempa bumi akan terjadi di seluruh Asia dan laut akan menutupi bumi”.
Saya melihat ini pada tanggal 20 Juni 1998. Sekarang adalah tanggal 16 Agustus 1998. Beberapa minggu yang lalu saya telah mendengar berita tentang desa-desa yang disapu bersih dan diseret ke dalam laut di daerah Papua Nugini. Malaikat ini mengatakan kepada saya bahwa hal ini akan terjadi di seluruh Asia. “Bumi akan tenggelam ke dalam laut. Sebagian dari Australia akan digoncangkan. Australia akan terbagi dan bagian terbesar akan masuk ke dalam laut.
Berjuta-juta orang akan mati di Cina dan India. Bangsa akan melawan bangsa, saudara melawan saudara. Orang Asia akan berkelahi dengan sesamanya. Senjata nuklir akan dipakai untuk membunuh jutaan orang. Celaka besar! Celaka besar! Krisis keuangan akan datang di Asia. Aku akan menggoncangkan dunia.”
Penuaian terakhir
“Kemudian akan terjadi kebangunan rohani yang besar – kuk-kuk akan dipatahkan. Rintangan-rintangan akan diangkat. Seluruh Asia – Cina – India – orang-orang akan berpaling kepada Kristus. Di Australia akan terjadi kebangunan rohani yang luar biasa.” Tuhan berkata,
“Aku akan mempersiapkan gereja-Ku untuk kedatangan Kristus.”
MALAIKAT KEDUA:
“Waktu penuaian telah tiba bagi Israel dan semua
negara-negara sampai ke Iran.”
Kemudian saya melihat malaikat kedua memegang sabit di tangannya, dan ia berkata, “Waktu penuaian telah tiba bagi Israel dan semua negara-negara sampai ke Iran.” ”Aku telah melihat Turki dan negara-negara yang telah menolak Aku dan yang telah menolak berita kasih-Ku akan saling membenci dan saling membunuh satu sama lain.” Saya melihat malaikat itu mengangkat sabitnya dan turun di atas seluruh negara-negara Timur Tengah.
Darah dan Api
Saya melihat Iran, Persia, Armenia, Azerbaijan, seluruh Georgia, Irak, Siria, Libanon, Yordania, Israel dan seluruh Asia Kecil penuh dengan darah. Saya melihat darah dan api di seluruh negara-negara ini. Senjata nuklir banyak dipakai di banyak dari negara-negara ini. Asap bermunculan dimana-mana. Penghancuran tiba-tiba, Manusia saling menghancurkan satu dengan yang lainnya.
“Israel, o Israel, penghukuman besar telah datang. Orang-orang pilihan, gereja, orang-orang yang tersisa akan disucikan. Roh Allah akan mempersiapkan anak-anak Allah.”
Saya melihat api membumbung sampai ke sorga. “Inilah penghukuman yang terakhir. Gerejaku akan dimurnikan, dilindungi dan siap sedia untuk hari akhir. Manusia akan mati kehausan. Air akan langka di seluruh Timur Tengah. Sungai-sungai akan mengering. Orang akan berkelahi karena air di negara-negara ini.” Malaikat ini menyatakan kepada saya, bahwa Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) akan pecah karena krisis di Timur Tengah ini. Tidak akan ada lagi Perserikatan Bangsa Bangsa. Malaikat pemegang sabit akan menuai panen itu.
MALAIKAT KETIGA:
“Kekafiran di seluruh Eropa”
Kemudian salah satu dari malaikat bersayap itu memperlihatkan kepada saya seluruh Eropa dari utara sampai ke selatan menuju Spanyol dan Portugis. Di dalam tangannya dia memiliki alat pengukur. Saya melihat dia terbang melintasi Eropa, dan saya mendengar suaranya, “Aku didukacitakan, aku didukacitakan, ketidakbenaran, kekotoran (kenajisan), kejahatan di seluruh Eropa. Dosa telah naik sampai ke sorga. Roh Kudus didukacitakan.” Saya melihat sungai-sungai di Eropa meluap dan membanjiri jutaan rumah. Berjuta-juta tenggelam.
Beberapa minggu yang lalu, Chekoslowakia telah mengalami banjir yang hebat yang belum pernah terjadi. Sungai besar di Cina telah membawa bencana hebat, ribuan rumah hancur karena banjir. Saya tidak mengetahui berita-berita ini sebelumnya, sampai sesudah saya melihat penglihatan dan mendengar apa yang dikatakan malaikat itu.
Malaikat itu berkata, “Gempa bumi di seluruh Eropa. Negara-negara yang belum pernah mengalami gempa bumi akan digoncangkan.” Saya melihat menara Eiffel di Paris runtuh, jatuh dan hancur. Sebagian besar Jerman dihancurkan. Kota-kota besar di London, kehancuran terjadi di mana-mana. Saya melihat banjir di seluruh Skandinavia. Saya memandang ke bagian selatan melihat Spanyol dan Portugal yang mengalami kelaparan dan kehancuran besar. Banyak yang akan mati karena kelaparan di seluruh Spanyol dan Portugal.
Saya telah dirisaukan oleh berita-berita ini dan saya berkata: “Tuhan, bagaimana dengan anak-anak-Mu?” Malaikat itu berkata, “Aku akan mempersiapkan mereka. Mereka akan menantikan kedatangan Tuhan. Banyak yang akan berseru kepada-Ku pada hari-hari itu dan Aku akan menyelamatkan mereka. Aku akan menyatakan mujizat yang kuat bagi mereka dan memperlihatkan kuasa-Ku”. Jadi di tengah-tengah kehancuran besar ini, akan ada anugerah Allah atas negara-negara ini.
(*Ada satu nubuatan kehancuran dunia yang mengikuti hancurnya 3 bendungan yang indah di Cina)
MALAIKAT KEEMPAT:
“Darah orang tidak bersalah telah dicurahkan”
Saya melihat malaikat keempat dengan sayap terbang di atas Afrika, dan saya dapat melihat mulai dari Capetown di selatan sampai ke sebelah utara, yaitu Kairo, Mesir. Malaikat dari Afrika ini memegang sebuah pedang tajam yang hebat di tangannya. Saya mendengar dia berkata, “Darah orang tidak bersalah telah dicurahkan. Perpecahan diantara penduduk – generasi-generasi yang jauh dari Tuhan, mereka saling membunuh satu sama lain, ribuan penduduk. Aku telah melihat anak-anak-Ku yang setia di Afrika, Aku akan memberi pahala kepada mereka yang setia di benua Afrika. Aku akan memberkati mereka dengan berlimpah.”
“Aku akan mengendalikan cuaca, matahari akan membakar dan menghanguskan beberapa tempat. Sungai-sungai besar akan kering, jutaan orang mati kelaparan. Bagian lainnya akan terjadi kebanjiran. Fondasi-fondasi akan digoncangkan. Pedang-Ku akan menghakimi orang-orang yang tidak benar dan yang haus darah. Begitu banyak gempa bumi akan terjadi sehingga sungai-sungai akan mengalir ke arah yang berbeda di dalam benua itu, membanjiri banyak desa.”
Saya melihat jatuhnya pecahan-pecahan besar dari udara di atas bagian-bagian berbeda dari Afrika. “Akan terjadi kegentaran di atas muka bumi seperti yang belum pernah terlihat sejak diciptakan. Tidak ada satupun yang dapat meluputkan diri dari pedang Tuhan.” Saya melihat sungai Nil kering. Ini adalah dewa Mesir. Ikan-ikan mati dan berbau busuk di seluruh Mesir. Sebagian besar dari tengah Afrika akan ditutupi dengan air – jutaan mati.
“Tuhan,” saya berkata, “Semuanya adalah berita buruk. Semua kehancuran. Adakah berita baik?” Tuhan berkata,
“Hari akhir telah datang, hari penghukuman ada di sini. Kasih-Ku telah ditolak sekarang dan akhir itu telah tiba.”
MALAIKAT KELIMA:
“Darah orang tidak bersalah telah dicurahkan”
Saya melihat malaikat terakhir terbang di atas Amerika Utara dan Selatan mulai dari Kutub Utara sampai ke Argentina, dari sebelah timur Amerika Serikat sampai California. Saya melihat di tangannya sebuah cawan. Malaikat itu mengatakan bahwa ia akan mencurahkan hukuman-hukuman yang ada di dalam cawan itu ke atas negeri-negeri ini. Lalu aku mendengar malaikat itu berkata, “Tidak ada keadilan lagi, tidak ada kebenaran, tidak ada kesucian, perzinahan, materialisme, kemabukan, perbudakan dosa, penumpahan darah orang yang tidak bersalah, jutaan bayi-bayi dibunuh sebelum mereka dilahirkan, perceraian, generasi pezinah, praktek Sodom Gomora terjadi di sini. *Hari-hari Nuh terjadi di sini. Guru-guru palsu, nabi-nabi palsu, penolakan terhadap kasih-Ku. Banyak dari mereka memiliki imitasi agama namun menyangkal kuasa yang sejati.”
“Seringkali Allah telah menunda dan telah berbicara, tetapi mereka tidak mendengarkan Dia. Kesabaran-Nya telah sampai akhir. Awaslah, sekarang ini waktunya telah tiba. Mereka telah sangat mencintai uang dan kenikmatan lebih daripada mencintai Aku.” Sementara malaikat mulai menuangkan hukuman dari cawan yang ada di tangannya, saya melihat gunung es yang sangat besar mencair, banjir menggenangi Canada dan Amerika Utara, semua sungai-sungai meluap, kehancuran terjadi di mana-mana. Saya mendengar perdagangan dunia jatuh karena gempa bumi yang dahsyat. Pencakar-pencakar langit di New York runtuh. Jutaan orang mati.
Saya melihat kapal-kapal di laut tenggelam. Saya mendengar ledakan di seluruh negara bagian Utara. Saya melihat malaikat itu mencurahkan cawan di atas Meksiko, dan dua lautan menjadi bersatu, Lautan Atlantik dan Lautan Pasifik. Sebagian besar Utara Brasil ditutupi dengan air, sungai Amazon berubah menjadi lautan besar. Hutan-hutan hancur dan digenangi air. Kota-kota besar di Brasil mengalami kehancuran. Gempa bumi terjadi di berbagai tempat. Sementara malaikat itu mencurahkan cawan hukuman, kehancuran besar terjadi di Chili dan Argentina yang selama ini belum pernah terjadi. Seluruh dunia digoncangkan. *Malaikat itu berkata, “Peristiwa ini akan terjadi dalam waktu yang sangat dekat.”
(*Chile mengalami suatu gempa bumi berskala 8.0 pada tahun 2006 dan 7,9 pada 2007).
Sebab itu sesungguhnya, waktunya akan datang, bahwa Aku akan menghukum patung-patung Babel; seluruh negerinya akan menjadi malu dan semua orangnya yang terbunuh akan rebah di tengah-tengahnya. Maka langit dan bumi serta segala apa yang ada di dalamnya akan bersorak-sorai tentang Babel, apabila dari utara datang kepadanya para perusak itu, demikianlah firman TUHAN. Babel akan jatuh oleh karena orang-orang yang mati terbunuh di antara Israel sama seperti jatuhnya orang-orang yang mati terbunuh di seluruh bumi oleh karena Babel. Yeremia 51:47-49
*JERAMI PENUAIAN TERAKHIR ALLAH!
Pernikahan Homo dan Nubuatan Akhir Zaman
Satu-satunya masa dalam sejarah ketika “pernikahan” homoseksual dipraktekkan adalah di zaman Nuh. Itu adalah jerami terakhir yang mengakibatkan air bah. Yesus berkata ‘sebagaimana halnya pada zaman Nuh,’ nantikanlah kedatangan-Ku kembali (ayat telah diuraikan).
Pengadilan-pengadilan Amerika telah mendefinisikan kembali arti pernikahan yang telah ada dalam setiap kebudayaan dan setiap agama selama 5.000 tahun sejarah tercatat. Menurut “Babylonian Talmud” (buku interpretasi para rabi Yahudi mengenai ayat-ayat sejak 1.000 tahun sebelum Kristus), hanya ada satu masa dalam sejarah yang mencerminkan dimana kita berada saat ini, ketika pria dinikahkan dengan pria dan wanita dinikahkan dengan wanita.
Kita harus MEMANDANG KE ATAS! .. dan BERSUKACITA! HOREE! BUKAN karena dosa yang najis ini, tetapi karena Yesus Kristus kita, TUHAN akan kembali untuk menyucikan Bumi!
Lalu
saya melihat kelima malaikat itu berdiri mengelilingi bumi, mengangkat tangan
dan sayap mereka menghadap ke sorga, sambil berkata, “Segala kemuliaan bagi
Tuhan di bumi dan di sorga. Sekarang waktunya telah tiba, dan Dia akan
memuliakan Anak-Nya. Bumi akan dibakar dan dihancurkan. Segala sesuatu akan
lenyap. Langit yang baru dan Bumi yang baru akan datang. Allah akan
menghancurkan pekerjaan-pekerjaan iblis selamanya.
Aku akan memperlihatkan kuasa-Ku, Aku akan melindungi anak-anak-Ku di tengah-tengah semua kehancuran ini.”
Malaikat-malaikat itu pergi ke lima arah yang berbeda, mereka siap untuk memulai tugas-tugasnya.
———
Wahyu 16
Dan aku mendengar suara yang nyaring dari dalam Bait Suci berkata kepada ketujuh malaikat itu: “Pergilah dan tumpahkanlah ketujuh cawan murka Allah itu ke atas bumi.”
Maka pergilah malaikat yang pertama dan ia menumpahkan cawannya ke atas bumi; maka timbullah bisul yang jahat dan yang berbahaya pada semua orang yang memakai tanda dari binatang itu dan yang menyembah patungnya.
Dan malaikat yang kedua menumpahkan cawannya ke atas laut; maka airnya menjadi darah, seperti darah orang mati dan matilah segala yang bernyawa, yang hidup di dalam laut.
Dan malaikat yang ketiga menumpahkan cawannya atas sungai-sungai dan mata-mata air, dan semuanya menjadi darah. Dan aku mendengar malaikat yang berkuasa atas air itu berkata: “Adil Engkau, Engkau yang ada dan yang sudah ada, Engkau yang kudus, yang telah menjatuhkan hukuman ini. Karena mereka telah menumpahkan darah orang-orang kudus dan para nabi, Engkau juga telah memberi mereka minum darah; hal itu wajar bagi mereka!”
Dan aku mendengar mezbah itu berkata: “Ya Tuhan, Allah, Yang Mahakuasa, benar dan adil segala penghakiman-Mu.”
Dan malaikat yang keempat menumpahkan cawannya ke atas matahari, dan kepadanya diberi kuasa untuk menghanguskan manusia dengan api. Dan manusia dihanguskan oleh panas api yang dahsyat, dan mereka menghujat nama Allah yang berkuasa atas malapetaka-malapetaka itu dan mereka tidak bertobat untuk memuliakan Dia.
Dan malaikat yang kelima menumpahkan cawannya ke atas takhta binatang itu dan kerajaannya menjadi gelap, dan mereka menggigit lidah mereka karena kesakitan, dan mereka menghujat Allah yang di sorga karena kesakitan dan karena bisul mereka, tetapi mereka tidak bertobat dari perbuatan-perbuatan mereka.
Dan malaikat yang keenam menumpahkan cawannya ke atas sungai yang besar, sungai Efrat, lalu keringlah airnya, supaya siaplah jalan bagi raja-raja yang datang dari sebelah timur. Lalu ia mengumpulkan mereka di tempat, yang dalam bahasa Ibrani disebut Harmagedon.
Dan malaikat yang ketujuh menumpahkan cawannya ke angkasa. Dan dari dalam Bait Suci kedengaranlah suara yang nyaring dari takhta itu, katanya: “Sudah terlaksana.”
Maka memancarlah kilat dan menderulah bunyi guruh, dan terjadilah gempa bumi yang dahsyat seperti belum pernah terjadi sejak manusia ada di atas bumi. Begitu hebatnya gempa bumi itu.
Aku akan memperlihatkan kuasa-Ku, Aku akan melindungi anak-anak-Ku di tengah-tengah semua kehancuran ini.”
Malaikat-malaikat itu pergi ke lima arah yang berbeda, mereka siap untuk memulai tugas-tugasnya.
———
Wahyu 16
Dan aku mendengar suara yang nyaring dari dalam Bait Suci berkata kepada ketujuh malaikat itu: “Pergilah dan tumpahkanlah ketujuh cawan murka Allah itu ke atas bumi.”
Maka pergilah malaikat yang pertama dan ia menumpahkan cawannya ke atas bumi; maka timbullah bisul yang jahat dan yang berbahaya pada semua orang yang memakai tanda dari binatang itu dan yang menyembah patungnya.
Dan malaikat yang kedua menumpahkan cawannya ke atas laut; maka airnya menjadi darah, seperti darah orang mati dan matilah segala yang bernyawa, yang hidup di dalam laut.
Dan malaikat yang ketiga menumpahkan cawannya atas sungai-sungai dan mata-mata air, dan semuanya menjadi darah. Dan aku mendengar malaikat yang berkuasa atas air itu berkata: “Adil Engkau, Engkau yang ada dan yang sudah ada, Engkau yang kudus, yang telah menjatuhkan hukuman ini. Karena mereka telah menumpahkan darah orang-orang kudus dan para nabi, Engkau juga telah memberi mereka minum darah; hal itu wajar bagi mereka!”
Dan aku mendengar mezbah itu berkata: “Ya Tuhan, Allah, Yang Mahakuasa, benar dan adil segala penghakiman-Mu.”
Dan malaikat yang keempat menumpahkan cawannya ke atas matahari, dan kepadanya diberi kuasa untuk menghanguskan manusia dengan api. Dan manusia dihanguskan oleh panas api yang dahsyat, dan mereka menghujat nama Allah yang berkuasa atas malapetaka-malapetaka itu dan mereka tidak bertobat untuk memuliakan Dia.
Dan malaikat yang kelima menumpahkan cawannya ke atas takhta binatang itu dan kerajaannya menjadi gelap, dan mereka menggigit lidah mereka karena kesakitan, dan mereka menghujat Allah yang di sorga karena kesakitan dan karena bisul mereka, tetapi mereka tidak bertobat dari perbuatan-perbuatan mereka.
Dan malaikat yang keenam menumpahkan cawannya ke atas sungai yang besar, sungai Efrat, lalu keringlah airnya, supaya siaplah jalan bagi raja-raja yang datang dari sebelah timur. Lalu ia mengumpulkan mereka di tempat, yang dalam bahasa Ibrani disebut Harmagedon.
Dan malaikat yang ketujuh menumpahkan cawannya ke angkasa. Dan dari dalam Bait Suci kedengaranlah suara yang nyaring dari takhta itu, katanya: “Sudah terlaksana.”
Maka memancarlah kilat dan menderulah bunyi guruh, dan terjadilah gempa bumi yang dahsyat seperti belum pernah terjadi sejak manusia ada di atas bumi. Begitu hebatnya gempa bumi itu.
Fanny J Crosby (Seorang buta yang tetap meminta dilahirkan buta)
Bila
Anda menyukai kidung-kidung pujian lama, yang mungkin ada di Kidung Jemaat atau
beberapa kidung lain yang dipakai oleh gereja-gereja Protestan, Baptis, atau
Injili, Anda akan menemukan nama Fanny J. Crosby di sana.
Fanny J Crosby telah mengarang
sangat banyak lagu (lebih dari 8000 lagu) yang sampai sekarang masih
dinyanyikan dengan penuh semangat – misalnya Blessed Assurance ('Ku Berbahagia,
KJ 392), Safe in the Arms of Jesus (Selamat Di Tangan Yesus, KJ 388), Pass Me
Not, O Gentle Saviour (Mampirlah, dengar doaku, KJ 26), Jesus, Keep Me Near the
Cross (Pada Kaki SalibMu, KJ 368). Setiap lagu yang dikarangnya merupakan bukti
kecintaannya terhadap Yesus.
Masa Kecil
Fanny dilahirkan pada 24 Maret
1820 dari pasangan John dan Mercy Crosby. Pada bulan Mei 1820, ketika ia masih
berumur enam minggu, ia terkena demam, dan matanya agak terganggu. Dokternya di
Putnam County, New York, tempatnya berada, sedang keluar kota. Saat itu ada
orang yang mengaku sebagai dokter, salah memberikan pengobatan kepadanya dan ia
tak bisa melihat lagi. Orang itu lari meninggalkan kota karena panik.
Orang tua Fanny adalah orang
Kristen yang taat. Mereka membesarkan Fanny menjadi anak mandiri. Orang yang
mempunyai pengaruh kuat pada masa kanak-kanak Fanny adalah neneknya. Sebagai
wanita yang cerdas dan sabar, ia sering mengajak Fanny berjalan-jalan di alam
terbuka, menceritakan setiap kuntum bunga dan daun-daun secara sangat rinci dan
Fanny mempelajarinya dengan sentuhan-sentuhan jarinya. Ia pula yang
memperkenalkan Fanny pada karya-karya sastera dan puisi. Dan yang terpenting,
ia membacakan cerita-cerita dari Alkitab setiap hari.
Walaupun mendapat pendidikan
dengan penuh perhatian, kehausan Fanny akan pengetahuan tak pernah terpuaskan;
ingatannya sangat luar biasa. Pada umur sepuluh tahun ia dapat mengingat
sebagian besar Perjanjian Baru dan lima kitab Perjanjian Lama. Sayangnya,
karena sekolah pada masa itu belum dilengkapi dengan perangkat untuk mengajar
orang buta, ia tidak dapat memperoleh pendidikan umum.
Mulai Bersekolah dan “Mengalami” Tuhan
Fanny berlutut bersama neneknya
dan berdoa: “Tuhan yang Mahabaik, tunjukkan pada saya bagaimana saya dapat
belajar seperti anak-anak lain.” Tak lama kemudian ibunya menyampaikan berita
menggembirakan tentang kesempatan untuk masuk ke Institut Bagi Orang Buta di
New York.
Dalam tahun itu juga, ia menjadi
siswi terbaik dan setelah lulus ia menjadi guru di situ. Minat utamanya pada
puisi, pada waktu senggang ia menuliskan puisi.
Ketika Fanny berumur dua puluh,
ia terkenal di New York dan menjadi pembicara yang banyak dicari untuk
kutipan-kutipan puisi maupun untuk upacara-upacara resmi.
Walaupun populer, ia merasakan
ada sesuatu yang kurang pada hidupnya, terjadinya wabah kolera yang hebat pada
tahun 1849 menunjukkan padanya apakah itu. Lebih dari separuh siswa-siswi
di Institut mati, salah satunya mati di pelukannya. Setelah membantu merawat
mereka yang sakit selama beberapa bulan, ia hampir tertular oleh penyakit itu
dan ia mengungsi ke luar kota.
Kematian teman-teman dekatnya
sangat mengguncangkan Fanny. Di lubuk hatinya, ia tahu bahwa ia belum siap
untuk mati. Pada 20 November 1850 ia berlutut di depan mimbar gereja dan
memberikan hatinya kepada Yesus. Penulis biografi Basil Miller menceritakan
kata-katanya: “Untuk pertama kali saya menyadari bahwa saya telah mencoba
memegang dunia di salah satu tangan dan Tuhan di tangan yang lain.”
Akhirnya,
Tuhan yang diperkenalkan oleh neneknya menjadi nyata baginya.
Mulai Membuat Lagu
Puisi-pusinya mencerminkan
perubahan di hatinya, dan lagu-lagu pujian menggantikan puisi-puisinya. Ketika
ia bertemu dengan komponis Kristen William Bradbury pada tahun 1864, segera
mereka bersahabat. Bradbury membuat lagu-lagu bagi banyak syair-syair Fanny;
walaupun ia bekerja dengan banyak komponis, kerjasama mereka yang paling erat.
Fanny biasanya mengarang puluhan lagu di kepalanya sebelum ia mendiktekannya pada sekretarisnya, tetapi bagaimana pun ia mencipta, ia selalu menggunakan cara yang sama. Ia menyebutkan caranya: “Mungkin cara ini kuno, yaitu selalu memulai pekerjaan dengan berdoa, saya tak pernah menuliskan lagu tanpa meminta pada Tuhan untuk menjadi sumber inspirasi saya.”
Ia menerima banyak undangan untuk
berbicara hingga ia kewalahan, dan orang terkenal seperti Presiden Polk sering memanggilnya.
Dengan memiliki banyak teman dan relasi, ia tak pernah merasa kesepian.
Pada
tahun 1858, Tuhan memberikan padanya seorang yang istimewa dalam kehidupannya,
yaitu musisi buta Alexander Van Alstyne. Mereka menikah selama 44 tahun dan
mempunyai seorang anak yang meninggal pada waktu bayi.
Walaupun
pada akhir masa-masa hidupnya, Fanny tetap sibuk seperti biasa, bukan hanya
dengan menulis lagu. Ia menaruh perhatian pada mereka yang kurang beruntung,
dan ia bekerja sukarela pada pusat pelayanan lokal. Bila ada seseorang yang
datang padanya dengan pertanyaan atau keperluan, ia selalu menemuinya secara
pribadi dan membagikan padanya terang Firman Allah.
Semasa hidupnya, tentang
kebutaannya seorang pendeta dengan rasa simpatik bertanya kepadanya, "Saya
rasa, sungguh membangkitkan belas kasihan, bahwa Sang Pencipta tidak memberi
Anda penglihatan, padahal Ia memberikan banyak sekali karunia lain pada
Anda."
Dengan tangkas Fanny menjawab, "Tahukah Anda, seandainya pada saat saya lahir saya bisa mengajukan permohonan, saya akan meminta, agar saya dilahirkan buta?""Mengapa?" tanya pendeta itu terperanjat."Karena bila saya naik ke surga nanti, wajah pertama yang akan membangkitkan sukacita dalam pandangan saya adalah wajah Sang Juruselamat!"
Fanny wafat dengan tenang di
rumahnya di Bridgeport, Connecticut, pada 12 Februari 1915. Kerumunan pada saat
pemakamannya merupakan bukti pengaruhnya yang luas yang dimilikinya bagi Tuhan.
Kata-kata ini berasal dari salah satu lagunya (Saved by Grace) yang menyatakan
hal yang paling diharapkannya: “And I shall see Him face to face and tell the
story – saved by grace. (Dan aku akan bertemu muka dengan-Nya dan menuturkan
kisah - diselamatkan oleh anugerah.)”
Kamis, 21 November 2013
Minggu, 09 Juni 2013
Antara Doa dan Vonis
Bertahun-tahun sejak pernikahan mereka, pasangan Kiki dan Mulyana belum juga dikaruniai anak. Sampai akhirnya diketahui bahwa Kiki menderita serangan virus toxoplasma yang menyebabkan dirinya sulit untuk hamil.
Memang kebanyakan penderita toxoplasma akan mengalami kesulitan dalam mengandung. Jika seseorang menderita toxoplasma, maka orang itu kemungkinan besar akan mengalami kesulitan saat mengandung. Janinnya juga kemungkinan kecil untuk dapat hidup, jika lahir sekalipun diperkirakan hanya hidup satu minggu hingga satu bulan. Karena mengidap hal itu maka saya mendapat doa terus menerus dalam kelompok persekutuan saya. Saya minta disembuhkan oleh Tuhan. Ternyata kuasa Tuhan bekerja, saya disembuhkan dari toxoplasma dan saya bahkan dapat mengalami kehamilan.
Namun pada awal kehamilan ini ternyata penyakit asma Kiki mulai kambuh kembali. Untuk itu ia mulai mengkonsumsi obat-obat asma yang cukup keras. Namun hal ini berakibat fatal. Saat di rumah sakit, Kiki menerima berita mengejutkan dari dokter yang memeriksa kandungannya.
Waktu saya hamil inilah ternyata asma saya kambuh dan saya makan obat asma. Obat ini saya makan kurang lebih selama sepuluh hari. Namun saat saya memeriksakan diri, dokter mengatakan bahwa secara ilmu kedokteran anak saya 90 persen akan mengalami cacat fisik. Hal ini disebabkan karena pada saat saya memakan obat asma tersebut, kandungan saya baru berusia 5 minggu. Dan menurut dokter, masa tersebut merupakan masa pembentukan tubuh janin dan obat asma yang saya makan akan menghambat pertumbuhan tubuh janin. Obat tersebut berakibat buruk pada janin saya dan menurut dokter anak saya kelak akan mengalami cacat fisik.
Akibat keterangan dokter tersebut, Kiki merasa sedih dan putus asa. Hatinya bimbang apakah dia harus melanjutkan kehamilannya.
Saya mulai berpikir saat itu. Tuhan sudah berikan anak pada saya, masakan saya harus menggugurkan kembali anak tersebut. Saya lalu pergi ke dokter asma dan membawa kembali obat-obat asma yang saya minum. Dokter ahli asma tersebut mengatakan bahwa memang obat-obatan yang saya minum adalah berbahaya jika saya sedang mengandung dan jika terus dikonsumsi akan berakibat anak saya akan lahir cacat. Dari ilmu kedokteran memang tidak dapat dipastikan jika bayi saya kelak akan lahir normal.
Berita ini memang buruk, namun Kiki dan Mulyana percaya akan mujizat. Dengan satu hati mereka terus menerus berdoa bagi janin yang ada dalam kandungan Kiki. Mereka percaya pada Yesus yang mereka sembah sanggup membuat suatu mujizat bagi mereka.
Sikap Mulyana sendiri dalam menanggapi hal ini sungguh menguatkan hati Kiki.
Saya berpikir tentang hal ini. Tuhan sudah memberikan kehamilan bagi istri saya, masakan janin itu harus digugurkan kembali. Tujuan kami ialah memiliki anak, masakan janin yang sudah ada harus kita gugurkan kembali. Kami yakin bahwa Yesus pasti memberikan yang terbaik bagi kami.
Pengalaman mujizat pertama membangkitkan iman Kiki menanti mujizat berikutnya.
Saya yakin Tuhan pasti akan memberikan anak pada saya. Mujizat pertama Tuhan lakukan ketika saya disembuhkan dari toxoplasma dan mujizat kedua ialah saat saya bisa hamil. Tuhan buat mujizat dan saya percaya hal itu. Saya tidak akan gugurkan bayi itu dan saya percaya bahwa bayi saya pasti akan lahir sempurna.
Kiki akhirnya memutuskan untuk melanjutkan kehamilannya dan Tuhan akhirnya menjawab doa dan iman orang yang datang dan percaya kepadaNya. Joshua, putra Kiki dan Mulyana akhirnya dilahirkan dengan sempurna dan tanpa cacat. Suatu kebahagiaan yang sukar dilukiskan oleh Kiki dan Mulyana. Namun kegembiraan ini ternyata tidak berlangsung lama, ujian kembali dialami keluarga Kiki dan Mulyana. Dokter tidak mengijinkan Joshua pulang ke rumah karena mereka menemukan adanya pendarahan di bagian otak. Joshua harus menjalani operasi secapatnya.
Pergumulan saya ternyata belum berhenti saat anak saya divonis mengalami pendarahan di bagian otak. Tuhan sudah sembuhkan saya dari toxoplasma, Tuhan sudah berikan anak yang lahir sempurna dan tanpa cacat. Waktu itu saya bergumul pada Tuhan dan minta Tuhan nyatakan lagi mujizat bagi anak saya. Selama dua setengah tahun saya sudah begitu rindu untuk memeluk dan menggendong anak saya. Namun ketika anak saya dilahirkan, ternyata anak saya ada dalam keadaan sakit.
Kiki dan Mulyana tidak menyerah. Bersama keluarga yang lain, mereka terus berdoa dan berharap pada Tuhan. Hati Kiki menangis dan menjerit pada Tuhan agar Joshua dapat mengalami kesembuhan tanpa harus mengalami operasi.
Saya bilang pada Tuhan, saya serahkan semuanya pada Tuhan sebab saya sudah lelah dan tidak punya lagi kemampuan. Saya bilang bahwa saya tidah tahu harus berpegang pada apa lagi kecuali yang saya butuhkan hanyalah mujizat. Saya juga katakan bahwa saya tidak mau anak saya sakit lagi.
Tuhan itu sungguh ajaib dan Ia sungguh baik pada orang yang berharap padaNya.
Ternyata pagi itu saat saya ke rumah sakit untuk melihat anak saya dan mau mencoba memberi minum anak saya. Saat itulah suster mengatakan bahwa anak saya tidak jadi diselang. Saya langsung tahu bahwa Tuhan telah mengerjakan kembali mujizat pada kami. Dokter lalu mengatakan bahwa anak saya ini telah mereka periksa ulang dan mereka katakan bahwa anak saya ini telah sembuh. Saya merasa ringan seperti terbang, hati saya penuh sukacita.
Mulyana sungguh tidak mengira cara Tuhan bekerja.
Hari itu bisa saya rasakan bahwa Tuhan Yesus benar-benar bisa sembuhkan anak saya. Yang seharusnya dokter bilang anak saya harus diselang ternyata hari itu dokter mengatakan bahwa anak saya bisa dibawa pulang.
Joshua akhirnya dinyatakan sehat. Kiki dan Mulyana bisa membawa Joshua pulang tanpa harus melalui operasi. Dan Tuhan bekerja dalam hidup Joshua selanjutnya. Joshua tumbuh menjadi anak yang lucu, sehat dan tanpa cacat.
Anak kami Joshua adalah mujizat terbesar yang Tuhan berikan kepada kami. Dokter sudah memvonis dia lahir dengan cacat fisik, tapi ternyata dia lahir dengan normal dan ternyata dia sangat sehat. Sampai sekarang kesehatannya sangat luar biasa, kami sangat menyayanginya dan kami menamai dia anak Yesus. Kami sangat menyayanginya.
Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat.Tetapi tanpa iman tidak mungkin orang berkenan kepada Allah.Sebab barangsiapa berpaling kepada Allah, ia harus percaya bahwa Allah ada, dan bahwa Allah memberi upah kepada orang yang sungguh-sungguh mencari Dia.(Ibrani 11:1,6)
Sumber Kesaksian:
Kiki dan Mulyana
Jumat, 31 Mei 2013
Selasa, 18 Desember 2012
![]() | |
| ne adalah memory dmana para mahasisa dari Universitas PENUSA mengunjungi daerah Belawan saat HOLIDAY CLASS |
![]() | |
| Natal PENUSA 2012 (Ersin-Piano , Eky-Drumer) |
![]() | |
| Waktu di Kampz |
![]() | |
| Para Personil Natal PENUSA 2012( Martin-WL, Ersin-PIano, Richardo-Bassis, Eky-Drummer) |
![]() | |
| Wasni( SInger)-Ersin(Piano)-Martin( WL)-Rachel(Singer) |
![]() | |
| Panitia NATAL PENUSA 2012 |
![]() | |
| kk-kk SEMSTER 5 |
![]() | |
| Bersama MAHASISWA |
![]() | |
| KERuKunan |
![]() | |
| PANITIA BEM & NATAL |
Langganan:
Komentar (Atom)









































